Perjalanan Menjadi Praja Pratama IPDN
Oleh: Daniar Safira Putri
Halo semua, perkenalkan nama saya Daniar Safira Putri, Praja Pratama Putri asal pendaftaran Provinsi Jawa Timur di Kampus IPDN Jatinangor, dan saat ini saya berada pada Program Studi Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Fakultas Perlindungan Masyarakat. Perjalanan saya untuk berada pada titik ini bukanlah sesuatu yang mudah. Ada banyak proses, usaha, dan pengorbanan yang telah saya lalui mulai dari seleksi penerimaan calon praja, pengenalan kampus, pelatihan dasar, hingga akhirnya dikukuhkan menjadi Praja.
Sejak dibukanya pendaftaran Calon Praja IPDN Angkatan 36, saya sudah menaruh harapan besar. Sejak SMA, saya memiliki cita-cita kuat untuk dapat berkuliah di Institut Pemerintahan Dalam Negeri, sebuah kampus kedinasan yang bagi saya memiliki kehormatan sekaligus tanggung jawab yang besar. Selama kurang lebih satu tahun, saya mempersiapkan diri dengan matang, baik dari segi fisik, mental, maupun administrasi.
Tahapan seleksi yang saya ikuti dimulai dari Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang bertempat di Kantor BKN Kanreg 2 Sidoarjo. Saya sangat bersyukur karena orang tua saya selalu hadir memberi dukungan penuh, mengantarkan dan menunggui saya sepanjang proses tes. Alhamdulillah, hasil SKD saya memuaskan dan membawa saya melanjutkan ke tahapan berikutnya, yaitu tes kesehatan tahap I, psikotes, tes kesehatan tahap II, pantukhir, hingga akhirnya dinyatakan lulus terpilih sebagai calon praja IPDN pengiriman Provinsi Jawa Timur. Momen itu menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam hidup saya.
Memasuki kehidupan sebagai Calon Praja (Capra) adalah awal dari perjalanan baru. Kami berangkat bersama-sama menuju IPDN Jatinangor, tempat kami memulai kehidupan disiplin dan kebersamaan. Berbagai kegiatan kami jalani, seperti Pengenalan Kehidupan Kampus (PKK) di Balairung, di mana kami memperoleh banyak wawasan berharga mengenai tata kehidupan praja. Kemudian dilanjutkan dengan Pendidikan Mental, Fisik, dan Disiplin (Diksar). Latihan PBB, kegiatan fisik, hingga yel-yel yang dinyanyikan bersama menjadi bagian dari keseharian kami.
Meskipun melelahkan, semua proses tersebut memberikan banyak pelajaran penting. Kebersamaan dengan teman-teman seangkatanku membuat rasa letih terasa lebih ringan. Kami saling mendukung, menguatkan, dan menghibur satu sama lain. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa rasa rindu kepada keluarga sering kali muncul. Akan tetapi, semua itu terbayar ketika momen Pengukuhan Praja Pratama tiba. Orang tua saya hadir dengan penuh kebanggaan, dan kami akhirnya dapat melepas rindu setelah berminggu-minggu berpisah. Setelah pengukuhan, kami diberikan izin bermalam selama tiga hari bersama keluarga, dan waktu itu benar-benar berharga.
Perjalanan ini baru permulaan. Masih banyak tantangan yang harus saya hadapi ke depan. Namun, saya bangga dengan diri saya sendiri yang mampu bertahan dan berproses sejauh ini. Saya juga sangat bersyukur atas dukungan orang tua serta orang-orang terdekat yang selalu menjadi sumber kekuatan saya.
Demikian cerita perjalanan saya menjadi Praja Pratama Institut Pemerintahan Dalam Negeri. Terima kasih kepada semua yang telah mendukung dan mendoakan saya. Semoga langkah ini menjadi awal yang baik untuk masa depan yang penuh pengabdian.
Terima kasih.
Salam Praja!
Komentar
Posting Komentar