Tugas Exel 1

 Daniar Safira Putri

NPP : 36.1729

Kelas : I - 2

File Exel


TUTORIAL PENGOLAHAN DATA MENGGUNAKAN

EXCEL

  1. Menghitung Rata-Rata Nilai dari 3 Mata Pelajaran

Menghitung Rata-Rata Nilai dari 3 Mata Pelajaran
Pada tutorial pertama ini, kita akan menghitung rata-rata nilai dari tiga mata

pelajaran yaitu Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Langkah

pertama adalah membuat tabel yang berisi kolom nomor, nama siswa, nilai Matematika,

nilai Bahasa Indonesia, nilai Bahasa Inggris, dan kolom rata-rata. Setelah memasukkan

semua data nilai siswa, kita akan menghitung rata-rata dengan menggunakan fungsi

AVERAGE atau dengan menjumlahkan ketiga nilai lalu membaginya dengan tiga.


Untuk menghitung rata-rata, klik pada cell yang akan diisi dengan nilai rata-rata,

kemudian ketik formula =AVERAGE(C3:E3) jika data nilai berada di kolom C sampai

E. Setelah menekan Enter, hasil rata-rata akan muncul secara otomatis. Formula ini

kemudian dapat di-copy ke baris-baris di bawahnya dengan cara men-drag pojok

kanan bawah cell tersebut hingga baris terakhir data siswa. Dengan cara ini, semua

rata-rata nilai siswa akan terhitung secara otomatis dan lebih efisien daripada

menghitung satu per satu secara manual.


  1. Menghitung Nilai Akhir dengan Sistem Pembobotan

Tutorial kedua menjelaskan cara menghitung nilai akhir siswa berdasarkan empat

komponen penilaian yang memiliki bobot berbeda-beda. Komponen penilaian tersebut

terdiri dari nilai kehadiran dengan bobot lima persen, nilai tugas dengan bobot lima

belas persen, nilai UTS dengan bobot tiga puluh lima persen, dan nilai UAS dengan bobot

empat puluh lima persen. 


Untuk menghitung nilai akhir, pertama-tama buatlah tabel yang berisi kolom nomor,

nama, kehadiran, tugas, UTS, UAS, dan nilai akhir. Setelah semua data nilai siswa

dimasukkan, klik pada cell nilai akhir untuk siswa pertama dan ketik

formula=((C3*5%)+(D3*15%)+(E3*35%)+(F3*45%)) dengan asumsi kolom C berisi nilai kehadiran, kolom D berisi nilai tugas, kolom E

berisi nilai UTS, dan kolom F berisi nilai UAS. Formula ini bekerja dengan cara

mengalikan setiap nilai dengan bobotnya masing-masing kemudian menjumlahkan

semua hasilnya, sehingga menghasilkan nilai akhir yang sudah memperhitungkan

kontribusi setiap komponen sesuai dengan kepentingannya.

Setelah menekan Enter, nilai akhir untuk siswa pertama akan muncul, kemudian

formula dapat di-copy ke baris-baris berikutnya untuk menghitung nilai akhir

seluruh siswa. Nilai akhir yang dihasilkan biasanya berupa angka desimal, sehingga

dapat diformat menjadi dua angka di belakang koma agar lebih rapi dengan cara

memilih kolom nilai akhir, klik kanan, pilih Format Cells, lalu pilih Number dengan

dua decimal places.


  1. Menentukan Nilai Mutu Menggunakan Fungsi IF

Tutorial ketiga adalah menentukan nilai mutu berdasarkan nilai akhir yang telah

dihitung sebelumnya menggunakan fungsi IF bersarang. Nilai mutu merupakan konversi

dari nilai angka menjadi huruf yang mewakili kategori pencapaian siswa. Kriteria nilai

mutu yang digunakan berdasarkan Tabel 8 Ketentuan Huruf Mutu Nilai Akhir adalah

sebagai berikut:

Untuk menerapkan fungsi IF bersarang, tambahkan kolom nilai mutu di sebelah kolom

nilai akhir, kemudian klik pada cell nilai mutu untuk siswa pertama. Ketik

formula =IF(H3>=80,"A",IF(H3>=77,"A-",IF(H3>=74,"B+",IF(H3>=68,"B",IF(H3>=65,"B-"

,IF(H3>=62,"C+",IF(H3>=56,"C",IF(H3>=46,"D","E"))))))))dengan asumsi nilai akhir berada di kolom H. Formula ini bekerja dengan

cara memeriksa nilai akhir secara bertingkat mulai dari yang tertinggi, dimana jika

nilai akhir lebih besar atau sama dengan delapan puluh maka akan menghasilkan nilai

mutu A, jika tidak memenuhi syarat tersebut maka akan mengecek kondisi berikutnya

yaitu apakah lebih besar atau sama dengan tujuh puluh tujuh untuk mendapatkan nilai

A-, dan seterusnya hingga kondisi terakhir yaitu nilai E untuk nilai di bawah empat

puluh enam.

Fungsi IF bersarang ini sangat efektif karena Excel akan memeriksa setiap kondisi secara

berurutan dari atas ke bawah dan berhenti pada kondisi pertama yang terpenuhi,

sehingga tidak perlu memeriksa semua kondisi jika sudah menemukan yang sesuai.

Setelah menekan Enter, nilai mutu untuk siswa pertama akan muncul, kemudian formula

dapat di-copy ke baris-baris berikutnya untuk menentukan nilai mutu seluruh siswa

secara otomatis. Dengan menggunakan ketiga tutorial ini secara berurutan, kita dapat

mengolah data nilai siswa mulai dari menghitung rata-rata mata pelajaran, menghitung

nilai akhir dengan sistem pembobotan, hingga menentukan nilai mutu akhir dengan cepat,

akurat, dan efisien menggunakan Microsoft Excel.


  1. Menentukan Jenjang Usia dan Biaya Karcis Menggunakan Fungsi IF

Dalam kasus ini, terdapat dua kategori pengunjung yaitu anak-anak dan dewasa, dimana

pengunjung dengan usia tujuh tahun atau kurang dikategorikan sebagai anak-anak dengan

biaya karcis lima ribu rupiah, sedangkan pengunjung dengan usia lebih dari tujuh tahun

dikategorikan sebagai dewasa dengan biaya karcis sepuluh ribu rupiah. Sistem kategorisasi

ini bertujuan untuk memberikan harga yang berbeda berdasarkan kelompok usia

pengunjung.

Untuk membuat sistem ini, pertama-tama buatlah tabel yang berisi kolom nomor,

nama, usia dalam tahun, jenjang usia, dan biaya karcis. Setelah memasukkan data nomor,

nama, dan usia untuk setiap pengunjung, langkah selanjutnya adalah menentukan jenjang

usia menggunakan fungsi IF. Klik pada cell jenjang usia untuk pengunjung pertama,

misalnya pada cell C2, kemudian ketik formula =IF(C2<=7,"Anak-anak","Dewasa")

dengan asumsi data usia berada di kolom D. Formula ini bekerja dengan cara memeriksa

apakah usia di cell C2 kurang dari atau sama dengan tujuh, jika kondisi ini terpenuhi

maka akan menampilkan teks "Anak-anak", tetapi jika tidak terpenuhi atau usia lebih

dari tujuh tahun maka akan menampilkan teks "Dewasa".

Setelah menekan Enter, jenjang usia untuk pengunjung pertama akan muncul, kemudian

formula dapat di-copy ke baris-baris berikutnya untuk menentukan jenjang usia seluruh

pengunjung. Langkah berikutnya adalah menentukan biaya karcis berdasarkan usia yang

telah dikategorikan sebelumnya. Klik pada cell biaya karcis untuk pengunjung pertama,

misalnya pada cell E2, kemudian ketik formula =IF(C2<=7,5000,10000) yang berarti jika usia kurang dari atau sama dengan tujuh tahun maka biaya karcisnya

adalah lima ribu rupiah, tetapi jika lebih dari tujuh tahun maka biaya karcisnya adalah

sepuluh ribu rupiah.


Komentar